Tips Memilih Rumah

Kamis, 18 Maret 2010

Memilih rumah bisa dikatakan gampang-gampang susah, mengingat harganya yang tidak bisa dikatakan murah dan biasanya juga akan digunakan seumur hidup maka diperlukan pertimbangan yang matang sebelum kita menjatuhkan pilihan kepada salah satu proyek perumahan yang kita incar. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih sebuah rumah:

Faktor Internal
Yang termasuk dalam faktor internal ini adalah hal-hal yang terkait langsung dengan rumah yang kita incar diantaranya adalah fisik bangunan, utilitas, posisi rumah dari jalan utama, dan lingkungan dalam perumahan itu sendiri.

Penilaian terhadap fisik bangunan bisa kita tinjau dari eksterior, interior, maupun kualitas bangunannya. Dari sisi eksterior kita bisa menilai model rumah tersebut apakah minimalis atau klasik; seberapa banyak cahaya matahari yang dapat masuk ke dalam rumah; seberapa bagus sistem ventilasi udara yang disediakan sehingga menjamin pertukaran udara yang baik; kesan megah dan luas serta estetika atau keindahan bangunan yang terlihat saat kita memandang rumah tersebut; dan adakah sisa lahan di belakang kamar utama yang dapat kita kembangkan menjadi kamar mandi dalam misalnya. Dari sisi interior kita bisa mempertimbangkan layout denah yang ditawarkan, apakah menyebabkan ruangan terkesan sempit atau sebaliknya dan apakah perpindahan manusia dari satu ruang ke ruang lainnya dapat dengan mudah dilakukan, berapa jumlah kamar tidur yang sudah disediakan dan adakah kamar untuk pembantu; bagaimana dengan ketinggian plafon rumah, apakah cukup tinggi sehingga memperbesar kesan luas ruangan; bagaimana dengan jarak septictank dengan sumber, tandon, atau pipa air bersih, apakah sudah memenuhi syarat lebih dari 5 meter, bagaimana dengan volume septictank itu sendiri, volume yang besar tentu akan memperpanjang periode pengurasannya yang berarti lebih menghemat biaya. Dari segi kualitas bangunan, hal-hal yang harus kita perhatikan diantaranya adalah struktur bangunan, sudahkah bangunan tersebut dibangun dengan struktur beton bertulang; bagaimana pula pondasinya, ceker ayam atau batu kali, batu kali utuh atau batu kali belah, sudah memperhitungkan kekuatan jika kita ingin menambah lantai atau belum; kemudian apa bahan untuk dindingnya, hebel, bata merah, atau batako, dan adakah retak rambut pada dinding; bagaimana dengan dinding pemisah dengan rumah sebelah, sistem tunggal atau kopel; kayu apa yang digunakan untuk pintu dan kusen-kusen jendela, kamper oven kah, kamper non oven, meranti atau bahan lain; bahan apa yang digunakan untuk bak kamar mandi dan wastafel serta kloset; bahan apa yang digunakan untuk rangka atap, galvalum atau masih menggunakan kayu; jenis bahan plafon yang digunakan apakah sudah dari gypsum; gentengnya, beton, keramik, atau genteng biasa; dan terakhir finishingnya, bagus atau tidak.

Penilaian utilitas yang bisa kita lakukan diantaranya adalah ketersediaan air bersih, apakah sumbernya dari PDAM atau masih menggunakan sumur tanah; sudahkah jaringan listrik tersedia di sana dan berapa daya yang diberikan oleh developer; apakah jaringan telepon sudah siap sambung; adakah pipa distribusi gas bumi untuk perumahan di perumahan tersebut; bagaimana dengan sistem utilitasnya, apakah di atas tanah atau ditanam dalam tanah; terakhir bagaimana kerapihan utilitasnya seperti peletakan meter, pipa, valve, kabel dan lain-lain.

Dari posisi rumah dari jalan utama kita dapat menilai seberapa strategis tempat tersebut, apakah mudah dicapai dari jalan utama atau malah sebaliknya. Hal ini biasanya juga terkait dengan ketersediaan angkutan umum di sekitar tempat tersebut, semakin dekat dan mudah aksesnya dari jalan utama maka biasanya akan semakin banyak pula angkutan umum yang tersedia.

Lingkungan dalam perumahan yang dapat kita jadikan bahan pertimbangan diantaranya adalah ROW jalannya; jenis jalan lingkungan apakah beton, aspal, atau paving; fasilitas umum apa saja yang disediakan; sistem keamanannya, cluster atau non cluster, bagaimana akses masuk lingkungan terbatas atau bebas, dan adakah satpam yang disediakan developer serta berapa jumlahnya; bagaimana dengan kebersihan lingkungannya, apakah dikelola oleh developer atau tidak, bagaimana saluran pembuangan air kotornya, apakah lingkungan tersebut termasuk daerah rawan banjir, dan bagaimana penerangan jalannya.

Faktor Eksternal
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terkait dengan faktor eksternal ini adalah jarak dan waktu tempuh dari lokasi perumahan tersebut ke tempat aktifitas kita sehari-hari, apakah melewati titik-titik kemacetan, adakah jalur alternatifnya; bagaimana transportasi umumnya; berapa jarak lokasi dengan tempat-tempat yang dianggap penting seperti pintu tol, pasar, tempat ibadah, rumah sakit, tempat-tempat makan dan hiburan, terminal bus antar kota, stasiun kereta api, bandara, dan kantor-kantor pemerintahan; bagaimana dengan tingkat polusi di sekitar tempat tersebut, biasanya untuk daerah yang dekat kawasan industri tingkat polusinya akan lebih tinggi; selanjutnya adalah apakah daerah di sekitar tempat itu bebas banjir; dan terakhir perhatikan juga faktor resiko bahaya yang mungkin mengancam seperti misalnya kalau di Sidoarjo adalah seberapa dekat perumahan tersebut dengan lokasi bencana semburan lumpur sidoarjo.

Faktor Legal
Biasanya faktor legal terlupakan oleh kita saat memilih rumah idaman, padahal faktor ini sangat penting untuk diperhatikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan disini adalah jenis sertifikat tanah yang diberikan, apakah SHGB atau sudah SHM; bagaimana status tanah tersebut, jangan sampai terjebak membeli rumah di atas tanah sengketa atau yang sedang dijaminkan; perhatikan pula reputasi dan track record developernya, bisa dipercaya atau tidak.

Faktor Ekonomis
Akhirnya, setelah mempertimbangkan berbagai faktor di atas, faktor ekonomis inilah yang akan menentukan jadi tidaknya kita membeli rumah tersebut. Yang perlu jadi bahan pertimbangan adalah luas tanah dan bangunannya dibandingkan dengan harga yang ditawarkan serta kemampuan keuangan kita sendiri. Utamakan memilih luas tanah yang lebih besar dengan harga yang sama meskipun luas bangunannya lebih kecil, karena cepat atau lambat kita pasti akan merenovasi rumah yang kita tempati.

0 komentar:

Visi

Jika kita sedang berlibur ke Luar Negeri, tidak sedikit yang kita jumpai warga Indonesia yang juga sedang berlibur bahkan mereka tinggal disana. Blog ini mempunya satu tekad untuk me-“melek”-kan mata warga Negara ini bahwa di Negara ini juga ada tempat tinggal yang sudah bisa dikatakan lebih dari layak untuk dijadikan hunian. Bahkan tidak perlu mengeluarkan modal yang cukup mahal.

Misi

>Memperbanyak bangunan yang layak untuk dihuni.

>Semakin mempercepat program pembangunan di Negara ini.

>Memperbanyak iklan tentang bangunan mewah, misalnya dengan blog ini.


ANALISIS SWOT

Kekuatan

>Bangunan mewah yang sudah layak untuk dihuni tetapi harganya sangta terjangkau.

>Semua Produk yang ada mudah untuk ditemukan.

>Produk yang ditawarkan berani bersaing dengan Produk-Produk luar negeri.

Kelmahan

>Kecelakaan yang tidak diduga-duga dan sangat tidak diinginkan tentunya.

Peluang

>Dengan harga yang cukup terjangkau, membuat kita tidak perlu berfikir dua kali untuk menjadi konsumen produk ini.

>Gengsi rakyat Negara yang tinggi dan suka dengan yang berbau kemewahan, produk ini merupakan salah satu produk yang tepat.

Ancaman

> Mungkin karena banyaknya pengusaha yang mempunyai prinsip sama, yaitu memajukan pembangunan di Negara ini, maka itu merupakan suatu hambatan yang tidak bisa disepelekan.

PASAR YANG DIBIDIK

Untuk warga menengah cukup untuk menghuni rumah-rumah kami.

STRATEGI PEMASARAN

Kami menggunakan strategi yang sederhana, yaitu dengan memberikan pelayanan yang memuaskan dan Produk yang bersaing.

PASAR YANG DIBIDIK

Untuk warga menengah cukup untuk menghuni rumah-rumah kami.

STRATEGI PEMASARAN

Kami menggunakan strategi yang sederhana, yaitu dengan memberikan pelayanan yang memuaskan dan Produk yang bersaing.